Jakarta (ANTARA) - Kasus henti napas pada bayi, seperti karena tersedak atau tenggelam kerap berlangsung tanpa gejala awal dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Dalam kondisi tersebut, CPR menjadi prosedur yang perlu dilakukan untuk tetap menjaga aliran oksigen ke tubuh bayi sampai bantuan medis datang.
CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau juga dikenal sebagai RJP (Resusitasi Jantung Paru) merupakan suatu upaya pertolongan medis yang berguna untuk mengembalikan sirkulasi darah serta kemampuan bernapas seseorang.
Berhentinya sirkulasi darah pada tubuh seseorang dapat memicu kerusakan otak, yang pada akhirnya berdampak pada kematian orang tersebut hanya dalam jangka waktu 4 menit.
Maka dari itu, pemberian CPR yang tepat akan membantu aliran darah yang mengandung oksigen tersebut tetap mengalir ke otak dan seluruh tubuh.
Pemberian CPR biasanya dilakukan ketika seseorang mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas hingga henti napas.
Tindakan tersebut juga berlaku pada bayi. Maka dari itu, memiliki pengetahuan teknis CPR akan sangat berguna di situasi darurat yang tidak terduga.
Baca juga: Sejarah Hari Prematuritas Sedunia yang diperingati 17 November
Cara melakukan CPR pada bayi
Secara sederhana, pemberian CPR pada bayi dilakukan dengan memberikan 30 kompresi dada di bagian tengah dada dengan kedalaman sekitar 1,5 inci atau sepertiga kedalaman dada, dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
Setelah kompresi, berikan 2 napas buatan dengan menutupi hidung dan mulut bayi. Terus ulangi siklus tersebut hingga bantuan medis datang.
Secara lebih lengkap, dilansir dari laman American Red Cross dan Alodokter, pemberian CPR ini terbagi menjadi dua, yakni sebelum dan saat pemberian CPR.
Sebelum memberikan CPR pada bayi, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:
1. Periksa lokasi sekitar untuk memastikan keamanan. Pastikan bayi dan penolong berada di lingkungan yang aman, seperti jauh dari jangkauan api, air, ataupun lokasi terjadinya bencana lainnya.
2. Pastikan bayi telentang di permukaan yang rata dan keras, dengan posisi leher dan kepala bayi dalam posisi lurus, tidak mendongak maupun menekuk.
3. Periksa kesadaran bayi dengan cara:
- Pastikan kesadaran bayi dengan berteriak atau memanggil namanya.
- Jika bayi tidak merespons, tepuk pelan telapak kakinya dan cobalah memanggilnya lagi sambil periksa pula pernapasan, pendarahan, ataupun gangguan medis lainnya.
- Untuk memeriksa pernapasan bayi, penolong atau orang tua bisa mendekatkan pipi ke area mulut dan hidung bayi sembari memperhatikan gerak dadanya.
- Pastikan proses pemeriksaan ini tidak lebih dari 10 detik.
- Jika bayi tidak merespons, segeralah hubungi bantuan medis, atau bisa juga dengan meminta seseorang di sekitar untuk melakukannya. Di Indonesia, bantuan medis bisa dihubungi melalui 119 atau 112 untuk berbagai layanan darurat baik medis, polisi, maupun pemadam kebakaran.
1. Pastikan bayi telentang dengan kepala dan leher dalam posisi lurus. Kemudian berlutut di samping bayi dengan pinggul yang sedikit miring.
2. Berikanlah 30 kompresi dada dengan cara sebagai berikut:
- Letakkan kedua ibu jari secara berdampingan tepat di tengah dada bayi, tepat di bawah garis puting.
- Gunakanlah jari-jari lainnya untuk melingkari dada bayi ke arah belakang, untuk memberikan dukungan.
- Tekan dada bayi secara cepat dan kuat sedalam 1,5 inci atau sepertiga kedalaman dada dengan kecepatan 100-120 per menit.
- Lalu, biarkan dada kembali ke posisi normal setiap selesai kompresi.
Jika penolong atau orang tua yang melakukan CPR tidak mampu menekan dada bayi hingga kedalaman 1,5 inci, cobalah untuk memberikan kompresi dengan menggunakan satu tangan.
Bayi dengan usia 1-12 bulan, perlu diberikan kompresi dengan menggunakan dua jari tangan. Sementara anak usia 1-8 tahun, dapat diberikan kompresi dada dengan menggunakan 1 tangan.
Kemudian, berikan dua napas buatan kepada bayi dengan cara sebagai berikut:
- Miringkan kepala bayi sedikit ke belakang dan angkat dagunya untuk membuka jalan napas.
- Tarik napas dan embuskan napas tersebut ke dalam mulut bayi sembari menutup hidungnya selama sekitar 1 detik.
- Pastikanlah tidak ada celah antara mulut penolong dan bayi agar tidak ada udara yang keluar.
- Pastikan setiap napas yang diberikan membuat dada bayi mengembang.
Biarkan udara keluar terlebih dahulu sebelum memberikan napas buatan berikutnya dan pastikan dadanya kembali turun saat udara tersebut keluar.
Jika pemberian napas yang kedua tidak membuat dada bayi mengembang, berarti ada sesuatu yang menghalangi jalan napasnya.
Ulangi pemberian 30 set kompresi dada dan dua napas buatan tersebut hingga bantuan medis datang, bayi mulai bernapas, atau CPR telah diberikan sekitar 2 menit (lima siklus) sebelum memeriksa respons atau kembali meminta bantuan media jika belum dilakukan.
Baca juga: Pneumonia semasa bayi dapat berpengaruh pada kesehatan jangka panjang
Baca juga: 35 ucapan Hari Prematuritas Sedunia 2025, penuh kasih sayang dan doa
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369745/original/043897200_1759479019-Screenshot__72_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346204/original/017615400_1757581335-20250909_111844.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5328393/original/020289400_1756215182-IMG-20250826-WA0108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354573/original/075950200_1758257804-20250917_142736.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5376868/original/047746000_1760063007-WhatsApp_Image_2025-10-10_at_09.10.41.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236191/original/021182700_1748493363-image002.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278336/original/021752600_1752063811-Galaxy_Z_Fold7_dan_Flip7_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5367140/original/004522400_1759300272-Galaxy_Z_Flip7_Gemini_Nano_Banana_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349424/original/065581400_1757922127-IMG-20250915-WA0141.jpg)
