Karachi, Pakistan (ANTARA) - Jumlah korban tewas akibat banjir besar di Provinsi Punjab, timur laut Pakistan, meningkat menjadi 30 orang dalam tiga hari terakhir.
Otoritas setempat melakukan pelubangan tanggul secara terkontrol untuk mencegah banjir besar merendam kota-kota besar, kata seorang menteri, Sabtu (30/8).
Tim penyelamat yang didukung pasukan militer mengevakuasi ribuan warga yang terjebak di wilayah terdampak, sementara arus banjir besar bergerak ke selatan menuju Sungai Indus.
Menteri Senior Punjab Marriyum Aurangzeb mengatakan kepada wartawan di ibu kota provinsi Lahore bahwa hampir setengah juta orang telah dievakuasi dari berbagai distrik.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah 78 tahun Pakistan, tiga sungai di timur — Chenab, Ravi, dan Sutlej — meluap secara bersamaan, sehingga merendam lebih dari 2.000 desa dan berdampak pada lebih dari 1,5 juta orang.
Aurangzeb menambahkan, sekitar 500 posko pengungsian telah didirikan di seluruh provinsi untuk menampung warga terdampak.
Rekaman yang ditayangkan stasiun televisi lokal Geo News memperlihatkan tim penyelamat mengevakuasi warga yang berlindung di atap rumah bahkan di atas pohon di Distrik Kasur. Rekaman lain menunjukkan petugas menggunakan pengeras suara meminta penduduk di bantaran sungai dan daerah rendah segera mengungsi.
Di Multan, yang diperkirakan akan diterjang banjir pada Minggu (31/8), pemerintah daerah menargetkan memindahkan 300 ribu penduduk ke lokasi yang lebih aman pada Sabtu malam.
Sementara itu, otoritas di Provinsi Sindh, Pakistan selatan, mengimbau warga yang tinggal di hilir sungai agar bersiap menghadapi evakuasi wajib karena Sungai Indus diperkirakan akan mencapai level banjir besar pekan depan.
“Kami telah menempatkan warga dan otoritas dalam kondisi siaga tinggi karena banjir dari tiga sungai itu mengalir menuju Sungai Indus,” kata Menteri Provinsi Jam Khan Shoro yang mengawasi jalannya operasi bantuan di Sindh.
Banjir kali ini disebut sebagai yang terburuk setelah bencana serupa pada 2022 yang merendam sepertiga wilayah Pakistan, menewaskan lebih dari 1.700 orang, dan menyebabkan kerugian infrastruktur hingga 32 miliar dolar AS (sekitar Rp525,9 triliun), menurut data pemerintah.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kemlu RI pastikan tak ada WNI jadi korban banjir besar di Pakistan
Baca juga: Sejak akhir Juni, 706 orang tewas akibat hujan monsun di Pakistan
Baca juga: Album Asia: Melihat dampak banjir bandang di Pakistan
Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.