Menteri Hukum: Hanya Keluarga Inti yang Bisa Adukan Perzinaan dan Kohabitasi

4 weeks ago 24
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Hanya Keluarga Inti yang Bisa Adukan Perzinaan dan Kohabitasi Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kanan) bersama Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Kemenkum, Jakarta, Senin (5/1/2026).(ANTARA/Rio Feisal)

SEIRING berlakunya KUHP Baru (UU Nomor 1 Tahun 2023) per 2 Januari 2026, pemerintah memberikan penegasan mengenai batasan pihak yang berhak melaporkan tindak pidana perzinaan dan kohabitasi (kumpul kebo). 

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menekankan bahwa aturan dalam Pasal 411 dan 412 bersifat delik aduan absolut, yang membatasi hak pelaporan hanya pada lingkup keluarga inti.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ranah privat warga negara tetap terjaga dari campur tangan pihak luar yang tidak berkepentingan, seperti masyarakat umum atau organisasi massa.

Siapa yang Berhak Mengadu?

Berdasarkan penjelasan Supratman, hak mengadu dibatasi secara limitatif berdasarkan status perkawinan pihak yang terlibat:

“Jadi, yang boleh mengadu adalah suami atau istri, atau orangtua dari si anak,” ujar Supratman dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (5/1).

Secara lebih rinci, mekanisme pengaduan dalam UU KUHP ini diatur sebagai berikut:

  1. Bagi Pihak yang Terikat Perkawinan: Aduan hanya sah jika dilakukan oleh suami atau istri yang sah.
  2. Bagi Pihak yang tidak Terikat Perkawinan: Aduan dapat dilakukan oleh orangtua atau anak.

Terdapat batasan usia khusus bagi anak yang ingin melaporkan orangtuanya. Dalam penjelasan undang-undang, anak baru memiliki hak hukum untuk mengadu jika telah berumur minimal 16 tahun.

Perlindungan Anak sebagai Prioritas

Supratman menjelaskan bahwa perluasan subjek pelapor hingga ke ranah orang tua dan anak bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih menyeluruh dibandingkan regulasi lama.

“Kalau di KUHP yang lama itu hanya mengatur perzinaan yang dilakukan oleh salah satunya sudah berkeluarga atau ada hubungan pernikahan, tetapi di dalam KUHP yang baru itu juga ada yang terkait dengan anak yang harus dilindungi,” katanya.

Hasil Kompromi Nasionalis dan Religius

Lahirnya batasan pelapor yang sangat spesifik ini merupakan jalan tengah dari perdebatan ideologis di DPR RI saat masa perumusan. Supratman mengakui adanya tarik-menarik pandangan mengenai sejauh mana negara boleh masuk ke ruang privat warga.

“Ini perdebatan soal moralitas di antara partai-partai baik yang berideologi nasionalis maupun yang agama. Akhirnya lahir kompromi seperti ini,” pungkasnya.

Dengan konstruksi hukum ini, Pasal 411 (perzinaan) dan Pasal 412 (kohabitasi) tidak dapat dijadikan dasar bagi pihak ketiga atau aparat untuk melakukan penggerebekan secara sepihak tanpa adanya aduan dari anggota keluarga inti yang telah ditentukan oleh undang-undang. (Ant/Z-1)

Read Entire Article