Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor sebanyak 250.000 unit obat pereda nyeri merek Tylenol senilai Rp 2,4 miliar ke Korea Selatan (Korsel). Seremoni pelepasan dilakukan di fasilitas produksi PT Integrated Healthcare Indonesia di Jakarta pada Jumat (13/2).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengapresiasi PT IHI atas kontribusi berkelanjutan terhadap performa ekspor farmasi nasional. Menurutnya, keberhasilan pengiriman obat ke pasar Korsel menyatakan daya saing industri farmasi domestik yang semakin kuat.
“Kami mengapresiasi PT IHI atas kerja keras dan kontribusinya terhadap kinerja ekspor produk farmasi Indonesia. Hari ini, 250.000 unit obat pereda nyeri dilepas ekspornya ke Korea Selatan. Ekspor produk farmasi seperti ini menjadi bukti nyata kemampuan produksi Indonesia dalam rantai pasok global,” ujar Puntodewi melalui keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (14/2).
Puntodewi berharap agar perusahaan tersebut terus meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri, sekaligus memperkuat alih pengetahuan dan teknologi untuk mendongkrak daya saing industri farmasi nasional.
“Selain peningkatan volume produksi, penguatan transfer pengetahuan dan teknologi kepada pelaku industri domestik penting agar industri farmasi nasional semakin kompetitif,” ujar Puntodewi.
PT IHI merupakan fasilitas manufaktur yang berada di bawah naungan PT Johnson & Johnson, bagian dari grup kesehatan konsumen global yang induknya adalah Kenvue Inc.. Menurut Puntodewi, kehadiran perusahaan global tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap iklim usaha di Indonesia.
Puntodewi memastikan pemerintah terus memperluas kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha untuk memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok dunia. Langkah itu sejalan dengan agenda hilirisasi sebagai strategi utama peningkatan nilai tambah serta daya saing ekonomi nasional. Ia menyatakan pelepasan ekspor ini menjadi momentum penting bagi PT IHI untuk mempertegas komitmen ekspornya.
Momentum tersebut juga berkaitan dengan diperolehnya fasilitas kawasan berikat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 16 Desember 2025. Status itu memberikan berbagai kemudahan fiskal serta dukungan terhadap kelancaran produksi dan pengiriman barang ke luar negeri, sehingga biaya dapat ditekan, daya saing meningkat, dan akses pasar makin luas.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V KPPBC Tipe Madya Pabean A Jakarta, Derry Arifin, menjelaskan fasilitas kawasan berikat merupakan bentuk dukungan pemerintah bagi perusahaan berorientasi ekspor.
“Setelah memperoleh fasilitas ini, perusahaan berhak atas kemudahan kepabeanan dan perpajakan, termasuk restitusi pajak. Restitusi tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk pembelian bahan baku maupun mendukung kebutuhan operasional lainnya, sehingga meningkatkan daya saing perusahaan di pasar ekspor,” kata Derry.
Direktur PT IHI, Teerasak Luewirat, menyambut baik sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong sektor manufaktur dan ekspor. Menurutnya, kerja sama tersebut memungkinkan operasional berjalan optimal sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.
“Kami sangat menghargai kolaborasi, dukungan regulasi, dan kemitraan dari seluruh pemangku kepentingan. Semoga sinergi ini terus berkembang sehingga kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan global,” tutur Teerasak.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor farmasi Indonesia pada periode 2021 hingga 2025 tumbuh positif sebesar 7,63 persen. Pada 2025, Korsel menjadi tujuan ekspor farmasi terbesar ketiga dengan nilai USD 75,46 juta atau sekitar 10,24 persen dari total ekspor sektor tersebut.
Sementara di pasar global, permintaan produk farmasi meningkat 11,02 persen sepanjang 2020 hingga 2024. Pendapatan industri farmasi dunia tercatat mencapai USD 1,16 triliun pada 2024 dan diperkirakan naik menjadi USD 1,53 triliun pada 2030, dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan sekitar 4,74 persen.

3 hours ago
4




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447946/original/018405700_1765970229-ok4.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456048/original/049290300_1766795262-tasya.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423471/original/022765100_1764063646-IMG-20251125-WA0106.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449330/original/082686800_1766054265-sasung_3.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5328389/original/035133900_1756214780-IMG-20250826-WA0100.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449324/original/066087700_1766054036-Samsung_1.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5106005/original/045333000_1737571649-Kamera_Samsung_Galaxy_S24_Ultra.jpg)