Liputan6.com, Jakarta Real Madrid melanjutkan start apiknya di La Liga dengan kemenangan 2-1 atas Real Mallorca di Santiago Bernabeu. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Vedat Muriqi, Los Blancos membalas cepat lewat Arda Guler dan Vinicius Junior. Dukungan penuh suporter menjadikan laga ini terasa seperti ujian awal musim yang berhasil mereka lewati.
Di tengah kemenangan itu, perhatian juga tertuju pada Franco Mastantuono. Pemain muda asal Argentina tersebut kembali tampil sebagai starter, tapi performanya belum sepenuhnya meyakinkan. Mastantuono datang dengan label bintang masa depan, tapi jelas terlihat bahwa ia masih butuh waktu untuk benar-benar beradaptasi.
Meski demikian, Real Madrid tidak kehilangan keyakinan terhadap proyek jangka panjang mereka. Mastantuono diyakini punya potensi besar untuk berkembang bersama tim bertabur bintang ini. Perjalanan seorang pemain muda di Bernabeu memang jarang berjalan instan.
Kemenangan Madrid yang Dibangun dengan Kilatan Individu
Real Madrid memang sempat dibuat terkejut oleh Mallorca yang mencetak gol lebih dulu. Namun, kualitas individu para pemain Los Blancos kembali jadi pembeda. Arda Guler menyamakan kedudukan dengan sundulan di menit ke-37 sebelum Vinicius Junior membalikkan keadaan hanya satu menit kemudian.
Pertandingan berjalan ketat hingga akhir, tetapi Madrid bisa mempertahankan keunggulan. Peran Trent Alexander-Arnold juga cukup vital dalam membantu pertahanan di babak kedua. Dengan hasil ini, Madrid tetap menjaga momentum positif di awal musim.
Santiago Bernabeu pun kembali jadi panggung para bintang. Suporter yang sempat cemas usai gol Muriqi akhirnya bisa bernapas lega melihat respons cepat timnya. Madrid sekali lagi menunjukkan mengapa mereka selalu difavoritkan dalam persaingan La Liga.
Kilatan Kualitas Mastantuono
Bagi Franco Mastantuono, laga ini tidak mudah. Sang pemain muda beberapa kali kehilangan bola dan hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran sebelum ditarik keluar di menit ke-66. Dibanding rekan setimnya di lini depan, kontribusinya memang belum terasa maksimal.
Namun, ada satu momen ketika ia menunjukkan kilasan kualitasnya. Mastantuono sempat melepaskan tembakan di kotak penalti yang berujung gol ketiga Madrid, sebelum akhirnya dianulir VAR. Selain itu, ia juga rajin membantu bertahan untuk menopang peran Alexander-Arnold.
Penampilannya mungkin belum sepadan dengan ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya. Namun, wajar bagi pemain berusia 18 tahun yang baru dua pekan bergabung di Spanyol untuk masih mencari ritme permainan. Madrid tampaknya memang harus bersabar dengan proses ini.
Proses Adaptasi yang Tidak Bisa Dikejar Instan
Mastantuono resmi diumumkan sebagai pemain Madrid pada 13 Juni 2025, tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-18. Los Blancos menebus klausul pelepasannya di River Plate sebesar €45 juta (sekitar Rp840 miliar). Ia pun dikontrak selama enam tahun dan diberi kostum nomor 30.
Debutnya datang pada 19 Agustus 2025 saat Madrid menang tipis 1-0 melawan Osasuna. Kini, ia sudah mencatat dua kali tampil sebagai starter meski belum benar-benar bersinar. Harapan tinggi tetap mengiringinya mengingat statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Argentina.
Bagi Madrid, mengasah Mastantuono jelas bukan proyek jangka pendek. Klub punya pengalaman dalam membesarkan bakat muda, tapi tak semua berjalan mulus. Waktu, kesabaran, dan bimbingan dari pemain senior akan jadi faktor kunci dalam perjalanannya di Bernabeu.
Sumber: Sports Illustrated